oleh

Korban Dugaan Keracunan Capai 290 Orang, Pemkab Buton Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

-BUTON-523 dibaca

Reporter : Adhil

BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton menerapkan status kejadian luar biasa (KLB), peristiwa dugaan keracunan makanan secara massal dengan korban yang saat ini telah mencapai 290 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Djufri via selullernya menjelaskan, untuk menentukan penyebab dugaan keracunan massal di Buton, pihaknya bersama Kepolisian Resort Buton telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, juga telah dilakukan pengambilan sampel makanan hingga sampel muntah pasien untuk dikirim ke laboratorium Balai POM di Kendari.

“Insya Allah, rencana hari ini (Rabu, 02 Desember 2020) hasil uji sampel itu akan dikirim ke kami. Nanti dari hasil itu, baru bisa kita simpulkan apa penyebabnya,” kata Djufri, Rabu, 02 Desember 2020.

Selain bertambahnya jumlah korban dugaan keracunan makanan, status KLB ditetapkan setelah salah satu pasien yang dirawat di RSUD Kabupaten Buton meninggal dunia, Selasa sore kemarin, 01 Desember 2020.

“Yang meninggal itu balita usia tiga tahun. Namanya Salwa, warga di Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo. Anak itu sebenarnya tidak pergi ke pesta, tapi keluarganya yang bawakan makanan ke rumah,” ungkapnya.

“Setelah konsumsi makanan itu, tiba-tiba balita itu alami mual dan muntah. Besoknya, barulah dibawa ke rumah sakit dan besoknya lagi tiba-tiba kritis hingga meninggal dunia,” tambahnya.

Atas peristiwa ini, masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga kesehatan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Masyarakat juga dihimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi seperti saat ini.

Hingga saat ini, jumlah korban diduga akibat keracunan makanan bertambah jadi 290 orang. Seluruh pasien tersebut tersebar di Puskesmas Wolowa sebanyak 196 orang, Puskesmas Siotapina sebanyak 15 orang, RSUD Kabupaten Buton 77 orang dan di Puskesmas Baanabungi sebanyak dua orang.

“Secara umum, kondisi pasien hampir semua berangsur membaik. Dalam penanganan medis, hampir tidak ada kendala. Hanya saja untuk di Puskesmas, karena keterbatasan fasilitas sehingga beberapa pasien terpaksa harus tidur dilantai beralaskan tikar. Untuk obat-obatan, alhamdulillah masih tercukupi semua,” tutupnya.

Terkini