oleh

RSUD Buton Tiadakan Jam Besuk Pasien

Reporter: Adhil / Editor: La Ode Adnan Irham

BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton, mengeluarkan kebijakan pembatasan pengunjung dan ditiadakannya sementara waktu jadwal besuk pasien.

Direktur RSUD Buton, dr Ramli Code mengungkapkan, kebijakan yang dikeluarkan pihak rumah sakit, dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid 19 di Kabupaten Buton. Kebijakan itu kata Ramli, sudah diberlakukan hingga dua pekan kedepan.

“Nanti kita lihat, jika situasi masih belum memungkinkan, waktu kebijakan akan kita perpanjang. Namun harapan kami semua, di Buton tidak ada yang terpapar,” ungkap dr Ramli Code, Rabu 18 Maret 2020.

Selain itu, lanjut Ramli Code, tahun ini, sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, akan menambah dua kamar isolasi untuk persiapan penanganan pasien corona.

Meski begitu, kata dia, sejak tahun 2019 lalu, sudah ada satu kamar isolasi yang selama ini digunakan pasien difteri.

RSUD Pasarwajo telah menyiapkan 55 unit alat pelindung diri (APD) bagi para petugas. Dalam waktu dekat pihaknya juga akan menyiapkan alat screening suhu tubuh untuk pasien dan para pengunjung rumah sakit.

Sementara untuk hand satitizer sudah disiapakan di beberapa ruangan RSUD walau masih terbatas jumlahnya.

Sementara itu hingga saat ini, kata Ramli, pihaknya belum melakukan penyemprotan pada sejumlah fasilitas rumah sakit karena bahannya tidak ada. Sebab, diakuinya selama ini pihaknya tidak fokus kehal tersebut.

Sebelumnya, Bupati Buton, Drs La Bakry mengimbau seluruh masyarakat Buton untuk bersama-sama melakukan pencegahan penyebaran virus Corona mulai dari lingkungan masing-masing, serta segera melaporkan ke tim medis setempat jika ditemukan adanya indikasi Corona di daerah tempat tinggalnya.

“Intinya mari sama-sama budayakan pola hidup bersih dan sehat sejak sekarang. Dengan begitu, mudah-mudahan kita semua bisa sehat dan terhindar dari wabah Corona,” ucap La Bakry. (A)

Terkini